chicken fillet recipe
Camilan olahan ayam fillet dibalut tepung renyah bertabur aneka bumbu ala taiwan Street Snack tengah booming. Kudapan olahan ini pun banyak disukai semua kalangan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Karena alasan inilah Gerry Riyadi dan Dessy Haryani mencoba mendirikan gerai dengan merek
D\'Crispy Chicken di Jakarta. Usaha sudah dibuka September 2014 lalu dengan gerai
pertama di Grogol, Jakarta Barat.
Lantaran mendapat sambutan positif dari konsumen, ia pun
resmi menawarkan kemitraan pada Januari 2016 lalu. Sampai saat ini, sudah ada
25 mitra yang bergabung. Mereka tersebar di Jakarta, Bekasi, Kupang, Surabaya, Palu,
Pekalongan, Palembang, Banten, Makasar dan Gresik.
D\'Crispy Chicken menawarkan dua paket kemitraan. Yakni,
paket senilai Rp 25 juta dan paket senilai Rp 75 juta. Fasilitas yang
didapatkan mitra terdiri dari satu unit booth, perlengkapan memasak, bahan
baku, pelatihan, branding dan perlengkapan tambahan lainnya.
\"Perbedaan dari harga paket terdapat pada model booth
dan jumlah bahan baku yang didapatkan,\" kata Gerry pada KONTAN,
Jumat(26/5).
Khusus paket Rp 75 juta mitra mendapat bahan baku untuk 2.000
porsi. Mengusung konsep mini kafe, mitra harus menyiapkan lokasi dengan minimal
luas 4 x 4 meter persegi plus tiga orang karyawan.
Untuk menjaga kualitas produk, mitra wajib membeli bahan
baku utama ke pusat, seperti tepung, minyak goreng dan bumbu kering. Sedangkan
untuk bahan daging ayam bisa dibeli di luar.
Menyasar konsumen kelas menengah ke bawah, Gerry mematok
harga jual produknya mulai Rp 14.000 hingga Rp 30.000 per porsi. Menunya
sendiri bervariasi, yakni terdiri dari XXL chicken, chicken bite, flaming
chicken dan lainnya. Total menu yang dijual ada sekitar 10.
Omzet Rp 50 juta
Dessy menambahkan, kelebihan produknya ada pada rasanya yang
lebih garing dan krispy. Tidak hanya itu, konsumen juga bisa memilih empat
macam saus, yaitu manis lada hitam, barbeque, keju dan mi goreng.
Berdasarkan perhitungannya, waktu balik modal yang
dibutuhkan mitra sekitar lima bulan. Dengan catatan, target omzet per bulan
bisa mencapai Rp 40 juta-Rp 50 juta. Setelah dipotong biaya bahan baku dan
operasional, porsi keuntungan bersih yang didapatkan mitra sekitar 30% dari
omzet. Dengan laba sebesar itu, mitra diperkirakan bisa balik modal dalam lima
bulan.
Sepanjang tahun ini, Gerry menargetkan bisa menjaring
sekitar 15 mitra baru. Sedangkan untuk meningkatkan posisi merek usaha, dia
banyak menggunakan media digital seperti Instagram dan lainnya.
Erwin Halim, pengamat usaha dari Proverb Konsulting menilai,
potensi bisnis olahan ayam masih sangat besar, mengingat menu olahan ayam punya
banyak penggemar.
Menurutnya, target omzet yang ditetapkan
manajemen cukup
masuk akal dengan harga produk yang ditetapkan. Namun, untuk mendongkrak
penjualan, pusat harus gencar promosi dan membantu mitra mendapatkan lokasi
yang strategis.
Komentar
Posting Komentar